Behind The Dish
Recipe
19 Oct 2021

Sambal Embe, Quintessentially Bali

Kenali cerita tentang sambal Embe dari perspektif yang lebih dekat.

Text
Prinka Saraswati
Photo
Valensia Edgina
Topics
Behind The Dish
Sambal Embe
Share Article

Terakhir kali kamu menikmati Nasi Campur Bali, kemungkinan besar kamu mengarungi berbagai permainan rasa di lidahmu; pedas, asin, dan masam jadi satu. Tapi, ada satu yang kamu lewatkan? Bukan. Bukan Jukut Bejek yang perpaduan jeruk limau dan santannya begitu mengundang. Bukan, bukan pula Sambal Matah yang begitu sepiring Nasi Campur datang, pandanganmu langsung tertuju pada segarnya rona bawang merah mentah. Dibandingkan Sambal Matah yang begitu merona, kenikmatan sambal yang menjadi pondasi rasa Bali ini jarang disebut.

Sambal Embe, demystified. 

Bawang merah, garam, terasi, dan cabai rawit – diiris halus, digoreng, dan dibejek. Dengan keempat bahan tersebut, masyarakat Bali menghasilkan seluruh komponen rasa menjadi satu dalam Sambal Embe. Pedas, asin, legit dan harumnya bawang, serta langu gurihnya terasi melebur dalam sambal dengan tekstur yang pas: basah tapi tidak terlalu lembek. Rasanya yang begitu komplit menjadikan Sambal Embe bak penyedap rasa – dicampur di berbagai hidangan, seperti Urab, Sager Gerih, dan Lawar. 

Sambal Embe dan Perempuan Bali 

Hadirnya sambal embe di meja tak lepas dari peran perempuan di keluarga Bali. Entah itu Nenek, Ibu, Ibu Mertua, atau Istri. 

“Saya belajar justru dari Ibu mertua karena saya besar di Sulawesi. Di rumah saya wajib ada Sambal Embe dan garam. Anak-anak setiap hari makan pakai sambal embe jadi saya bikin tiap 2 atau 3 hari sekali”, Desak Haryani. 

Sambal Embe di Rumah 

Dengan resep turun temurun, setiap rumah memiliki versinya tersendiri; Kering atau basah; dominan bawang merah atau berimbang dengan cabai; dengan atau tanpa terasi; dengan atau tanpa kucuran jeruk limau.

“Tiap ada acara, Ibuku pasti nyampur Tipat dengan Ikan Teri, Telur Asin, Babi Goreng, dan Kacang Saur. Semuanya dibejek jadi satu bareng Sambal Embe. Bejekan ibu nggak ada yang ngalahin!”, Tisha Sara “Nggak tau kenapa sambal embe yang dibikin pakai terasi pasar lebih nendang. Ibuku kadang bawa terasi dari kampung di Klungkung. Waktu kecil suka dibejekin nasi, sambal embe, dan ikan pindang sama Ibu”, Eve Tedja, Associate Editor of Epicure Asia 

“Sambal embe paling enak justru di rumah tetangga hahaha! Karena tiap rumah punya sambal embe khasnya sendiri”, Akas.

Menikmati Sambal Embe 

Siapkan nasi putih hangat, tuangkan sesendok sambal embe, dan bejek (campur dengan tangan) sampai tercampur seluruhnya! Nikmati dengan lauk apapun; ayam sisit, telur, ikan pindang, sampai babi guling, atau sesederhana dengan nasi putih. Jaen, nok!

Resep Sambal Embe

Resep oleh: Ibu Desak Haryani dan Ibu Manik Ratih
Diadaptasi oleh: Prinka Saraswati untuk Lazy Susan

Sebagai elemen dasar masakan Bali, bisa dilihat bahwa Sambal Embe memiliki dua peran. Pertama sebagai teman makan nasi, layaknya sambal pada umumnya. Yang kedua, yang membuatnya begitu esensial, adalah perannya sebagai penyedap rasa. Saat menjadi penyedap rasa, parasnya bertransformasi menjadi beraneka rupa; dicampur santan dan kelapa parut dalam Urab, berpadu dengan Base Genep dalam Lawar, hingga melebur bersama kaldu dalam Kekomoh.

Apapun peran dan parasnya, Sambal Embe mampu menggenapi setiap sajian. Legitnya bawang yang digoreng layu, pedasnya cabe, asin gurihnya garam dan terasi dalam minyak kelapa, membuat Sambal Embe mudah disandingkan dengan apapun sajiannya.

Bahan

25 bawang merah, kupas dan iris tipis
20 bawang putih, kupas dan iris tipis
5 – 15 cabe rawit (sesuaikan dengan selera) atau 4 cabe habanero, iris tipis.
5 – 7 sdm minyak kelapa
sejumput garam
2 ruas jari terasi
1 jeruk limo

Langkah-langkah

Jika menggunakan terasi: Taburkan sejumput garam pada terasi, remas-remas sebentar agar tercampur.

Jika tanpa terasi: Taburkan garam saat menggoreng cabe.

● Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang
● Saat mulai hangat, masukkan bawang merah, kecilkan api, dan goreng hanya sampai layu.
● Saat bawang merah terlihat layu, sisihkan.
● Dengan minyak yang sama, goreng bawang putih sampai layu, dan sisihkan.
● Lalu, masih di minyak yang sama, masukkan irisan cabe, taburi garam, dan goreng sebentar sampai
layu, sisihkan.
● Terakhir, jika menggunakan terasi, goreng terasi yang sudah diremas dengan garam menggunakan
sisa minyak. Goreng sebentar sekitar 30 detik, sisihkan.
● Saat semua sudah digoreng, di tahap ini, setiap elemen Sambal Embe (cabe, bawang merah, bawang
putih, dan terasi) dapat dicampur. Jika selera, silahkan kucuri dengan jeruk limo.
● Sajikan bersama nasi hangat, di samping nasi atau bejek bersama nasi.

Saran
● Gunakan api yang cukup kecil untuk menggoreng setiap bahan Sambal Embe. Tekstur yang dicari
bukanlah benar – benar kering, tetapi basah. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk menggoreng
tiap bahan.
● Saat menyisihkan tiap bahan, saring menggunakan saringan, sehingga minyak dari menggoreng
bahan sebelumnya bisa dipakai lagi. Dengan ini, rasa akan dibangun satu per satu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.