Asam Garam
Essay
15 Dec 2021

Endeus Festival 2021, Wujud Dukungan Kepada UMKM Indonesia

Penyelenggaraan Endeus Festival pada tanggal 10 Desember kemarin untuk memberdayakan UMKM.

Text
Dinda Pramesti
Illustration
Alyandra Katya
Topics
Endeus
Endeus Festival
UMKM
Share Article

Inspirasi memang bisa datang dari mana saja. Namun, di tahun 2021 ini Endeus Festival berhasil menyuguhkan sajian informatif yang telah berhasil mencuri perhatian lebih dari 69.000 penonton yang menyaksikan secara live.

Diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 2021 kemarin oleh Endeus.Tv, Endeus Festival mengusung tema “Empowering UMKM To Elevate Their Business”, di mana mereka mewujudkan dukungan kepada UMKM Indonesia. “Kami melihat antusias masyarakat yang besar pada pelaksanaan kegiatan ini, ke depannya jika kondisi sudah lebih memungkinkan kami harap bisa merangkul lebih banyak masyarakat dengan menghadirkan kegiatan serupa tentunya dengan konten yang lebih beragam,” ujar David Wayne Ika, Chief Executive Officer Endeus.Tv.

Melihat situasi yang tinggi semangat di akhir tahun ini, Endeus Festival dibuka dengan talkshow pertama yang membahas prospek kuliner Indonesia. Di sini, para pembicara berbincang mengenai pengembangan usaha, kolaborasi, serta tips konkrit untuk jeli melihat peluang yang ada, demi membuka cakrawala dan point of view para penonton. 

“Kami di SMESCO sebagai lembaga pemerintah memiliki tupoksi untuk membantu UMKM dengan membantu memasarkan produk UMKM. Kami membagun program baru yaitu SMESCO Labo dengan empat pilar yaitu Food, Fashion, Garage, dan Makerspace. Di sini teman-teman UMKM kami ajak melakukan R&D, kami berikan arahan dan pendampingan, dan hingga produknya launching,” ujar Leonard Theosabrata, Direktur Utama SMESCO Indonesia.

“Tentunya para pelaku UMKM ini harus tahu potensi yang mereka miliki dan harus percaya diri terhadap brand-nya,” tambah Leonard.Sejalan dengan Leonard, Santhi Serad selaku Pakar Kuliner Indonesia berpesan, “Potensi UMKM di Indonesia itu besar, hanya saja kadang untuk pelaku UMKM lokal, mereka tidak didukung dengan kemampuan untuk bisa menceritakan produknya dengan jelas, harus benar-benar mengenali produknya dan juga uniqueness yang bisa disajikan. Bimbingan teknis untuk UMKM juga penting, agar mereka bisa mengerti bagaimana berkomunikasi untuk memasarkan produknya.”

“Djarum Foundation memiliki spirit mendukung budaya lokal Indonesia melalui banyak hal salah satunya pendidikan di industri kuliner. Melalui Jiva Bestari sebagai teaching factory dari SMK PGRI 2 Kudus, kami ingin lebih mengenalkan budaya kuliner lokal yang sudah diramu dengan baik tentunya dengan SDM yang sudah kami bekali dengan softskill dan tentunya skill masak yang sudah kami ajarkan melalui pembelajaran kurikulum kami. Harapannya siswa dari SMK PGRI 2 Kudus bisa unggul dan bersaing di industri kuliner,” ucap Galuh Paskamagma, Program Associate Djarum Foundation.

Selain itu, Endeus Festival juga berkesempatan untuk menggelar sesi talkshow bersama para pelaku bisnis kuliner, mempersilahkan mereka untuk menceritakan dari awal mula membentuk bisnisnya, cara mengembangkan, hingga menjaga eksistensinya. 

Danu Sofwan, owner Es Teh Indonesia dan Radja Cendol menekankan, “Untuk memulai bisnis, kita harus mengetahui tujuan dan target market spesifik dari bisnis kita, hal ini penting supaya kita tidak salah langkah dan mengetahui step by step yang harus dilakukan diawal bisnis.”

“Adaptasi juga hal yang sangat penting dalam berbisnis”, ujar Andreas Resha, Co-founder dan COO Hangry Kitchen. Seperti yang dilakukan oleh Hangry, adaptasi terus kita lakukan selama pandemi karena melihat adanya perubahan trend pemasaran. Pergeseran channel promosi dari offline ke online membuat daya konsumsi media online semakin tinggi, tentunya kami juga harus mengimbangi dengan bergeser ke platform digital dengan menggunakan KOL (key opinion leader) sebagai salah satu cara promosi kami.”

Di luar talkshow, pada hari yang sama, Endeus Festival turut menghandirkan acara live cooking show yang interaktif lewat Zoom. Terdapat dua sesi, yaitu live cooking bersama Kecap Manis Indofood bersama Elisabeth Wang yang mempersembahkan masakan Korea rumahan, Mandu. Sesi live cooking kedua dihadirkan oleh Jiva Bestari bersama dengan Chef Steby, perwakilan dari SMK PGRI Kudus dengan menu masakan tradisional, Garang Asem.

Program menarik lainnya pada pelaksanaan Endeus Festival adalah flash sale serba sepuluh ribu persembahan dari Kecap Manis Indofood dan Sambal Indofood yang menghadirkan berbagai peralatan masak dan juga flash sale produk-produk Modena dengan harga diskon.

“Dengan berakhirnya gelaran Endeus Festival tahun ini, support yang kami berikan tentunya tidak akan berhenti sampai di sini. Kami harap bisa terus mengakomodir kebutuhan pelaku usaha rumahan dengan menghadirkan program-program yang akan mendukung teman-teman UMKM dengan skala yang lebih besar lagi kedepannya,” ucap David.

Semangat para penonton dan penyelenggara membuat keseluruhan acara berlangsung lancar, ditambah dengan semangat yang dikobarkan berkat inspirasi yang tertuang. Lazy Susan berharap industri UMKM semakin maju dengan penyebarluasan yang rata di seluruh Indonesia. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.