Asam Garam
Essay
18 Dec 2021

Ketidaksengajaan Menanam Kunir Menjadi Berkah

Dari kunir menjadi berkah.

Text
Anang Saptoto
Photo
Anang Saptoto
Topics
A Farmer's Hope
Anang Saptoto
Kunir
Panen Apa Hari Ini
Poktan Purba Asri
Share Article

Selain bercocok tanam terong, sawi, selada, cabai, dan tomat, Kelompok Tani (Poktan) Purba Asri juga membudidayakan tanaman kunir. Masyarakat lokal mengenal kunir sebagai rempah dan obat yang dapat diolah menjadi makanan maupun minuman. Kadang kala digunakan juga sebagai bahan pewarna alami.

Berawal dari ketidaksengajaan menanam sebagian bibit kunir di pinggiran gantangan, kini Poktan Purba Asri mulai getol membudidaya kunir kuning. Di masa awal, kelompok tani ini memulai dengan menanam 40 bibit jahe dan kunir. Dari hasil menanam ini, jumlah anakan umbi kunir menjadi berlipat ganda. Sebagian dipanen dan sisanya tetap dibiarkan tumbuh.

Saya sedikit tergelitik ketika Bu Sakiyem dan Bu Nuvita bertutur bahwa budidaya kunir termasuk budidaya yang tergolong mudah. Dimulai dengan memilih indukan (empu) kunir kuning. Jika sudah terdapat tunas, langsung ditanam di lahan. Tanpa campuran pupuk apa-apa. Kegiatan menyiramnya pun tidak terlalu rutin seperti tanaman cabai dan lainnya.

Kunir mampu tumbuh sepanjang tahun, tanaman kunir baru bisa dipanen setelah berumur 8 hingga 12 bulan atau paling cepat setengah tahun. Dari satu bibit yang ditanam, kurang lebih dapat menghasilkan setengah kilogram kunir kuning.

Dari pengalaman tersebut, ketidaksengajaan menanam kunir kuning justru menjadi panen yang produktif bagi Poktan Purba Asri di masa pandemi. Hasil panen yang tergolong melimpah ini, selanjutnya diolah Poktan Purba Asri menjadi minuman kunir asem.

Kunir Asem: Pilihan Alternatif Pengolahan Kunir Kuning

Perawatan budidaya kunir kuning yang mudah dan hasil panen yang melimpah, justru membuat harga pasarannya sedikit berbeda. Dari pengalaman Poktan Purba Asri, mereka pernah menawarkan hasil panen kunir kepada pedagang di pasar. Harga kunir kuning di pasaran bisa mencapai Rp7000/kg. Namun jika dijual ke pedagang, harga tawar hanya mentok pada Rp3000/kg.

Merasa tidak puas dengan harga yang ditawarkan, Poktan Purba Asri berinisiatif untuk mencari alternatif lain, yaitu dengan mengolah kunir menjadi minuman kunir asem. Bagi masyarakat Jawa, kunir asem tentu sudah tidak asing. Olahan kunir dan buah asam Jawa dikenal juga dikenal dengan istilah jamu.

Racikan dari kedua rempah ini dipercaya kaya akan khasiat. Misalnya saja sebagai obat pereda nyeri haid, pengendali gula darah, mampu menurunkan berat badan, bahkan diyakini mampu mencerahkan kulit. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh Poktan Purba Asri.

Dari hasil panen kunir kuning, semuanya digunakan sebagai bahan pembuatan kunir asem. Untuk buah asam Jawa nya sendiri, mereka tinggal mengambil dari salah satu pohon asam yang sudah lama tumbuh di tengah kampung.

Khusus untuk pembuatan kunir asem, dikerjakan oleh Bu Heru bersama beberapa anggota lainnya. Bu Heru memang dikenal memiliki ketertarikan dan keahlian dalam mengolah rempah di bidang kuliner. Sama seperti distribusi panen lainnya, distribusi kunir asem diprioritaskan terlebih dahulu untuk lingkup anggotanya sendiri. Setelah itu baru dijual ke warga sekitar.

Untuk pembuatannya, biasanya diracik secara berkala. Dalam satu kali produksi, bisa mencapai 10 sampai 20 botol lebih. Dalam kurun waktu 3 hingga 4 hari biasanya sudah habis tutur Bu Sakiyem. Jika sudah habis, lalu diracik lagi dan dijual. Sehingga kesegaran dan kualitas rasanya tetap terjaga.

Tak jarang, mereka harus membeli kunir di pasar untuk memenuhi pesanan yang datang ketika masa panen kunir kuning belum saatnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi produksi.

Hasil penjualan kunir asem dipegang oleh Poktan Purba Asri yang selanjutnya dikelola bersama-sama. Meskipun penjualan kunir asem selalu ludes, namun menurut Bu Sakiyem dan Bu Nuvita, kelompok tani ini masih terkendala dalam memasarkan produknya. Oleh sebab itu, inisiatif seperti Panen apa hari ini sangat membantu dan menjadi pilihan solusi dengan gaya yang kreatif.

Oleh sebab itu, inisiatif seperti Panen Apa Hari Ini sangat membantu dan menjadi pilihan solusi dengan gaya yang kreatif.

Artikel ini adalah bagian kedua dari serial yang membahas tentang Kelompok Tani Purba Asri, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.