Op-ed
Essay
17 Jan 2022

Yang Kecil Yang Berpengaruh

Melihat lebih dekat ke dalam dunia UMKM yang berdampak besar kepada komunitas dan perekonomian negara.

Text
Dinda Pramesti
Illustration
Daneto Danardon
Topics
Social Media
UMKM
Share Article

Tinggal di Indonesia, kita tak akan lepas dari keberadaan bisnis berskala kecil. Kita mulai melihat orang-orang terdekat mulai berjualan lewat sosial media untuk menunjukkan kreasinya sekaligus mendukung perekonomian rumah tangganya.

UMKM merupakan kependekan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Meskipun memiliki julukan tersebut, usaha-usaha ini menyumbang kontribusi yang jauh dari kecil untuk sektor ekonomi negara kita.

Penjelasan lebih lanjutnya, UMKM didefinisikan sebagai usaha produktif milik perorangan atau badan usaha perseorangan, dengan kekayaan usaha paling banyak Rp50 juta rupiah dan omzet Rp300 juta. UKM (usaha kecil dan menengah), sebaliknya, relatif lebih besar dengan aset maksimum sekitar 50 juta rupiah hingga 500 juta rupiah, dengan omset mencapai 300 juta rupiah hingga 2,5 miliar rupiah.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) bulan Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Produk di sekitar kita dari sarapan favorit, jajanan, hingga makan malam andalan dekat rumah kebanyakan belum memiliki izin usaha. Setelah pandemi pun kata UMKM semakin tidak asing.

Menariknya, menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai perempuan adalah pelaku yang sangat penting dan besar dalam UMKM Indonesia, atas dasar dari data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop). Dalam tingkat usaha mikro, sebanyak 52% dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Sedangkan dalam tingkat usaha kecil, ada 56% sendiri dari 193 ribu usaha kecil. Untuk usaha menengah, 34% dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.

Kriteria yang dapat diidentifikasi pada UKM adalah dapat berpindah-pindah, produk yang ditawarkan dapat berubah sewaktu-waktu, memiliki administrasi keuangan yang sederhana, sebagian besar tidak memiliki legalitas usaha, dan dapat masuk dalam kategori kuliner, fashion, teknologi, kosmetik, otomotif, souvenir, otomotif, atau bahkan konten. Namun kali ini, kita akan fokus ke kategori kuliner.

Kementerian Koperasi dan UKM RI merencanakan target agar setidaknya 30 juta pelaku UMKM di Indonesia mendapatkan spotlight sampai dengan 2030 nanti.

In The Digital World

Yang menarik, selain menaikkan awareness lewat sosial media seperti Instagram, salah satu bisnis yang berperan dan sedang berkembang adalah UKM JuWara yang merupakan katalog e-commerce yang dikemas di dalam Whatsapp. Di sini, konsumen dapat terhubung langsung dengan UMKM yang dipilih untuk berinteraksi dengan cara yang lebih personal.

Tak hanya itu, mereka turut memberi training dan informasi lengkap secara berkala kepada para produsen.

Showing Support

Namun, kenapa mendukung UMKM sangat dianjurkan dan didorong pemerintah? Dengan penurunan perekonomian pada masa pandemi, melalui UMKM ini lah kita dapat membantu mereka yang kehilangan penghasilan karena usahanya terdampak. Selain itu, Indonesia menghindari resesi ekonomi sekaligus meningkatkan pertumbuhannya agar menyeluruh. 

Di luar peran pemerintah, kita juga memiliki peran penting dalam mendukung. Bisa dimulai dari membantu dalam perihal promosi di media sosial hingga memesan secara berkala. Tidak sedikit komunitas yang juga ikut bergerak dalam hal ini, gerakan seperti #wargabantuwarga dan #tokobantutoko adalah dua dari banyak cara yang mereka pegang erat antar UMKM, di mana mereka saling promosi dan berkolaborasi dalam mencapai targetnya masing-masing. 

Yang menyenangkan mengenai UMKM adalah bagaimana kita dapat menemukan berbagai hidangan baru di sekitar kita, baik yang terasa akrab pada lidah maupun yang baru. Inovasi menu yang lahir pada tahun lalu membuat saya pribadi menjadi lebih semangat dalam mengeksplor makanan-makanan hasil bisnis berskala kecil ini. Yang juga membuat senang, setelah setahun dua tahun mereka lahir, banyak yang telah berkembang pesat hingga buka cabang lebih dari satu. 

Travelling 

Bersyukur situasi sekarang sudah membaik, memberi saya kesempatan untuk pergi keluar kota beberapa kali ke tujuan yang berbeda. Teman-teman yang berada di sana, baik lewat Instagram dari #FriendsofSuzy maupun secara langsung, tak bosan-bosannya memberi saya rekomendasi tempat makan favorit. Bicara tentang travelling, tak menutup kemungkinan untuk saya menghampiri lebih dari 5 lokasi dalam satu hari demi experience di atas piring yang tak ingin dilewati. Membantu bisnis UMKM di luar Jakarta mungkin salah satu cara pemerataan ekonomi berskala kecil, namun bisa berdampak besar bagi orang lain.

Apa pilihan UMKM favoritmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *