Op-ed
Essay
31 Jul 2022

“Slice Of” 2022

Instalasi tanaman dan mini lanskap Oleh Rhea Laras dan Fajar Abadi

Text
Rhea Laras
Topics
Bumi Bagja
Daun Leaf Me
Slice Of
Sukabumi
Share Article
SEPOTONG SUKABUMI (Bumi Bagja)
Pada Maret 2022, kami berkunjung ke Bumi Bagja, sebuah homestay yang berdampingan dengan hutan, serta ruang yang berbasis proyek berkelanjutan untuk meniru, merekam, dan merespon alam.Kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan menyusuri hutan dan kebun-kebun disekitarnya. Sambil jalan-jalan, kami meramban seperti sedang jajan kepada tanaman-tanamannya secara langsung. Abah Isep, pemilik Bumi Bagja yang memandu kami menceritakan narasi-narasi pengetahuan tentang tanaman-tanaman yang kami ramban, sehingga tidak terasa, kami ternyata belajar tentang nutrisi dan ekosistemnya.
PENGHIDUPAN
Kami mencicipi banyak sekali daun-daun segar dengan berbagai aroma, rasa, tekstur, dan banyak prasangka. Ternyata banyak sekali daun lezat yang bisa dinikmati tapi mungkin sering terlewatkan karena keterbatasan pengetahuan. Betapa alam sebenarnya bisa menyuguhkan banyak penghidupan, bahkan dari halaman rumah kita. Penghidupan itu dapat berupa nutrisi, udara bersih, rasa dan aroma, serta kesempatan untuk merasa nyaman.
PENGETAHUAN
Abah Isep punya ide meniru dari alam, menurutnya alam sudah punya konstruksi sendiri untuk menghidupi dirinya dan seluruh penghuninya. Salah satunya model hutan heterogen tropis yang terdiri dari 7 hingga 9 stratum sebagai pola arsitekturalnya. Permodelan inilah yang memberi kesempatan manusia, hewan, dan tumbuhan untuk mendapatkan penghidupan yang cukup.
INGATAN
Mungkin pengetahuan tentang hutan pernah menjadi ingatan, setidaknya untuk orang-orang yang hidup di sekitarnya. Lalu entah bagaimana ingatan itu menguap, sehingga pengetahuan didalamnya pun lenyap. Karena itu, apa yang dilakukan Abah Isep adalah suatu upaya konservasi dengan cara merekonstruksi pola tanam natural di hutan. Dengan itu, maka upaya melestarikan hutan jadi sesuatu yang memungkinkan karena terbangun hubungan mutual antara alam dan manusia.
SEPOTONG INGATAN
Jika dianalogikan sebuah landskap pengalaman itu sebagai seloyang kue, karya ini adalah sepotong dari seluruh pengalaman pada saat itu. Karya ini adalah upaya untuk melindungi ingatan kami sendiri dan pada akhirnya melestarikan pengetahuan kami, serta kesempatan untuk penghidupan kami di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.