A Farmer's Hope
Essay
10 Aug 2022

Daun-Daun Aromatik di Meja Dapur

Aroma dan kehangatan di sekitar kebun Tepikota

Text
Tepikota
Photo
Tepikota
Topics
Daun Jeruk
Daun Jintan
Daun Kari
Daun Kemangi
Daun Kunyit
Daun Mint
Daun Pandan
Daun Salam
Tanaman Aromatik
Tanaman Bumbu
Tepikota
Share Article
Betapa menyenangkannya memasak dengan bubuhan daun-daun yang menciptakan aroma tertentu pada hidangan. Tidak hanya menambah cita rasa, ada beberapa daun yang juga memberi aroma atau warna. Aroma tentu juga akan berpengaruh terhadap rasa yang akan dicecap, menerbitkan air liur, membangkitkan selera makan.
 
Nusantara kaya sekali dengan berbagai rempah dan tanaman bumbu. Dari yang paling populer hingga yang hanya dikenal dan digunakan di daerah tertentu, dari yang biasa digunakan sehari-hari hingga yang hanya digunakan pada masakan tertentu.Kami merasa sangat bangga dengan keberadaan tanaman-tanaman aromatik di kebun, terutama yang ditanam oleh generasi sebelum kami. Almarhum kakek adalah sosok yang rajin menanam beberapa jenis tanaman lalu tradisi itu dilanjutkan bapak. Di kemudian hari, keberadaannya tidak hanya bermanfaat bagi keluarga sendiri, tetapi juga tetangga-tetangga sebelah. Tidak jarang tetangga bertandang untuk memetik selembar dua lembar daun salam, daun jeruk, atau daun pandan.
 
Ini cerita tentang daun-daun aromatik di kebun kami.
DAUN SALAM (Syzygium polyanthum)
 
Selain memberi rasa gurih, daun salam atau Indonesian bay leaf memiliki aroma wangi khas yang tipis. Ibu biasanya menambahkan satu atau dua lembar daun salam pada banyak sekali masakan Nusantara, di antaranya tahu tempe bacem, nasi kuning, bubur, balado terong, juga soto. Sesekali daun salam akan diselipkan juga pada kukusan nasi yang kehabisan air sehingga aromanya menjadi sangit. Banyaknya daun salam dalam satu pohon membuat para pengepul juga tertarik memangkas daun secara berkala untuk dijual di pasar. Tidak seberapa namun cukup menyenangkan bisa saling berbagi manfaat.
DAUN JERUK (Citrus hystrix)
 
Daun jeruk adalah kunci masakan ibu setelah daun salam. Selain memberikan rasa segar, daun jeruk juga menambahkan aroma khas citrus. Biasa digunakan dalam sajian gulai, soto, serta bumbu kacang pada pecel. Daun jeruk rasanya memang berjodoh untuk ditautkan pada bumbu masakan berkuah dan santapan berbahan dasar sayur.
DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius)
 
Lebih banyak digunakan dalam kolak, racikan wedang, atau kue-kue tradisional. Daunnya panjang seperti pita.
 
Cara menggunakannya dengan menyimpulnya lalu memasukkannya ke dalam kuah atau memotongnya lalu diselipkan di antara adonan kue sebelum dikukus. Aromanya harum sekali hingga apabila kolak tidak menggunakan daun pandan ada elemen rasa yang hilang.
DAUN KUNYIT (Cucuma domestica)
 
Daun kunyit biasanya digunakan dalam masakan-masakan berbahan dasar daging atau ikan. Tujuannya untuk mengurangi aroma amis sekaligus memunculkan aroma yang lebih sedap. Daun kunyit sangat cepat layu sehingga perlu memastikannya tetap segar saat akan digunakan. Karenanya memastikan ada persediaan di kebun kemudian menjadi hal yang penting.
DAUN KEMANGI (Ocimum africanum)
 
Lembar-lembar daun kemangi merupakan daun aromatik yang mudah ditemui dalam piring lalapan pendamping sambal dan lauk ikan atau ayam goreng. Biasanya dipadukan dengan potongan timun, tomat, kacang panjang, maupun kubis. Ini adalah tanaman favorit Bapak. Ada pula tanaman lain sejenis kemangi yang biasanya dipakai oleh masyarakat di Sumatera Barat. Namanya ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum), daun-daunnya menjadi penambah rasa dan aroma dalam masakan gulai. Daun ruku-ruku tetap tidak bisa menggantikan daun kemangi, setidaknya menurut Bapak.
DAUN KARI (Murraya koenigii)
 
Masakan dari Aceh seperti ayam tangkap atau gulai rasanya tidak sempurna tanpa kehadiran daun kari yang sering juga disebut daun salam koja atau temurui. Aromanya agak tajam dengan sensasi kesegaran yang memang menyerupai wangi kuah kari. Jenis tanaman ini jarang dijumpai di pekarangan- pekarangan masyarakat di Jawa pada umumnya karena memang penggunaannya di Jawa tidak terlampau banyak. Kami lantas mencoba menanamnya sebab aromanya memang harum. Senang melihat ekspresi kawan yang berasal dari Aceh saat menemukan daun kari di kebun, seperti menemukan daun untuk menebus rindu pada kesempurnaan rasa masakan dari daerah asalnya.
DAUN JINTAN (Plectranthus amboinicus)
 
Daun jintan disebut juga daun tebal atau daun bangun-bangun, sering digunakan pada masakan berempah kuat seperti ayam woku dari daerah Manado. Aromanya muncul bahkan hanya saat tersentuh tangan. Daun jintan juga bisa dijadikan penguat aroma pada minuman, dipadukan dengan sereh atau jahe lalu diminum hangat-hangat.
DAUN MINT
 
Jenis daun yang satu ini sangat lazim digunakan sebagai perasa minuman, es krim, hingga topping cake. Terdapat beberapa jenis tanaman mint, yang paling mudah ditemui adalah choco mint, peppermint, menthol mint, meski memang banyak jenis lainnya.
 
Bagi kami, daun mint menjadi penting untuk eksperimen berbagai minuman kekinian atau dipadukan dengan hasil kebun lainnya seperti bunga telang, jahe, atau sereh.
 
Setiap memetik daun aromatik yang bukan kami tanam, ada aroma lain yang turut muncul. Aroma bapak dan kehangatan keluarga sampai saat ini, juga aroma almarhum kakek beserta kenangan apapun saat beliau masih bersama kami

“Lalu kami berpikir, mungkinkah sebenarnya warisan yang paling berharga adalah tanaman atau pohon yang tetap dapat menghidupi orang-orang yang ditinggalkan?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.