Op-ed
Essay
01 Oct 2022

Manisnya Harmoni Sinom

Sepucuk daun sinom pembuka pintu eksplorasi dunia jamu.

Text
Cherlita Lim
Illustration
Cherlita Lim
Topics
Daun Leaf Me
Daun Sinom
Jamu Sinom
Share Article

Harum dan legitnya sinom selalu mengingatkanku pada rumah. Bagaimana tidak, sebelum merantau ke Jakarta pada 2019 silam aku selalu minum jamu sinom setidak-tidaknya nya sebulan sekali, hasil buah tangan mama seusai belanja di pasar.

Jamu sinom yang segar adalah simfoni dalam sebuah botol, harmoni dari daun asam muda yang asam segar bertemu dengan gula jawa yang legit, menghasilkan minuman yang membuat lidah menari. Manisnya harmoni dalam sebotol sinom khas Surabaya selalu susah dilupakan. Apalagi, di kota perantauan jarang sekali dapat kutemukan sinom.

Sinom bagiku bukan hanya soal rasa yang kukecap, namun juga memori di dalamnya. Terkadang ia hadir saat tubuhku tak terasa sehat atau saat teriknya matahari menyengat kulitku. Sinomlah jamu yang pertama kukenal; dimulai dari sepucuk daun sinomlah keberanianku untuk mengeksplorasi rasa berbagai macam jamu tumbuh. Terima kasih, daun sinom!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *